Biaya Haji Diusulkan Naik Rp69 Juta, PKS: Sangat Memberatkan Masyarakat

49
Ilustrasi: Jamaah haji Indonesia.

Jakarta, Muslim Obsession – Anggota DPR Komisi Agama Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bukhori tak sependapat dengan usulan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terkait kenaikan biaya perjalanan ibadah haji menjadi sebesar Rp 69 juta.

Dia mengatakan fraksinya mengusulkan agar kenaikan biaya haji berada pada angka Rp 50 jutaan. “Saya kira sih kalau bisa sekitar Rp 50 jutaan. Itu sudah angka yang cukup baik, dari Rp 40 juga menjadi Rp 50 juta,” kata Bukhori dalam keterangannya, yang diterima, Senin (23/1/2023).

Bukhori menyebut pihaknya sudah mendorong pemerintah untuk memaksimalkan diplomasi kepada Arab Saudi.

Menurut Bukhori, negosiasi yang optimal bisa menekan kenaikan biaya haji. Dia menjelaskan, dengan jumlah jamaah haji yang begitu besar, Indonesia seharusnya bisa jadi penentu harga dan konstelasi yang ada di Mekkah dan Madinah.

“Mestinya ketika pemerintah kita memperkuat terhadap lobi-lobi dan diplomasi informal, saya kira biaya itu masih bisa ditekan,” ujarnya.

PKS menilai usulan menaikkan biaya haji 2023 menjadi Rp 69 juta menyulitkan masyarakat bawah. Jika pun masyarakat akhirnya tetap setuju untuk berangkat, kata dia, mereka akan menggerutu. Apalagi, dia menyebut tahun-tahun sebelumnya jamaah haji Indonesia “dimanjakan” dengan bantuan dana subsidi.

“Sementara tahun ini terjadi kenaikan sangat memberatkan. Itulah saya kira pertimbangan masyarakat,” kata Bukhori.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB Daniel Johan. Menurut Daniel, ihaknya bakal memanggil Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas karena usulan kenaikan biaya haji 2023. Partai bakal meminta penjelasan Yaqut soal alasan kenaikan tersebut.

“Otomatis itu (memanggil Yaqut), hal yang biasa kok. Apalagi itu (biaya haji) kan menjadi aspirasi warga NU, ya, enggak hanya warga NU lah, seluruh umat yang berkepentingan dengan haji, itu menjadi perhatian besar dari PKB,” kata Daniel.

Daniel menyebut pihaknya meminta agar Kementrian Agama benar-benar menghitung biaya haji secara detail dan akurat, sehingga tidak memberatkan umat. Apalagi, Daniel menyebut saat ini umat semakin sulit hidupnya karena pendapatan berkurang akibat Covid-19. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here