Berkah Perang Bani Musthaliq, Rasulullah Menikahi Juwariyah di Bulan Sya’ban

215

Jakarta, Muslim Obsession – Meski tidak seterkenal Siti Aisyah Ra, Juwairiyah juga menjadi salah satu istri Rasulullah SWA yang mungkin jarang terekspos. Perempuan dengan nama lengkap Juwairiyah binti Harits bin Dhirar bin Hubaib bin Khuzaimah al-Khuza’iyah al-Musthaliqiyah, putri pimpinan Klan Musthaliq Harits bin Dhirar sangat beruntung karena dinikahi oleh Nabi.

Bahkan, pernikahan Nabi dengan
Juwairiyah terjadi pada bulan Sya’ban bersamaan dengan peristiwa Perang Bani Musthaliq. Lebih tepatnya pernikahan tersebut terjadi pada Sya’ban tahun 6 H berdasarkan pendapat yang lebih benar (asḫaḫ) sebagaimana dikemukakan Sejarawan Safyurrahman al-Mubarakfuri dalam Rahiqul Makhtum.

Sikat cerita dalam peperangan itu, Bani Musthaliq kalah perang. Tidak sedikit anak-anak dan perempuan yang dibawa oleh Klan Musthaliq dalam peperangan ini, sebagai wujud kasih sayang agama Islam, Nabi tidak membunuh mereka melainkan hanya menjadikannya tawanan.

Tawanan perang dibagi kepada seluruh tentara Muslim yang terlibat dengan cara diundi. Kebetulan putri Harits bin Abi Dhirar bernama Juwairiyah jatuh di tangan Tsabit bin Qais bin Syams atau pada anak pamannya.

Untuk diketahui, Juwairiyah merupakan sosok wanita yang sangat cantik rupawan. Setiap orang yang melihatnya pasti akan dibuat jatuh hati padanya.

Kecantikannya itu bahkan pernah membuat cemburu istri Nabi, sampai-sampai Siti ‘Aisyah pernah berkata saat melihat Juwairiyah sebagai tawanan perang dan mencari Nabi untuk meminta bantuan:

“Demi Allah, aku tidak melihatnya kecuali dari pintu kamarku, namun aku tidak menyukainya dan aku menduga beliau (Rasulullah) akan melihatnya seperti aku juga.”

Juwairiyah bermaksud untuk membebaskan dirinya dari status sebagai tawanan perang. Hingga akhirnya ia menemui Rasulullah untuk meminta bantuan. Sungguh di luar dugaan, Rasulullah justru menawarkan yang lebih dari itu, yaitu menjadikan Juwairiyah sebagai istri Nabi. Mendapat penawaran itu ia pun menerimanya.

Setelah pernikahan tersebut, para tawanan perang yang berada di tangan para sahabat sebanyak 100 orang pun dilepaskan karena status mereka sekarang sebagai kerabat Rasulullah. Akan menjadi tabu jika para sahabat menawan kerabat Nabi yang sangat mereka hormati itu. Karena kemurahan hati ini mereka pun memeluk agama Islam.

Lebih dari itu, Harits bin Dhirar yang semula menjadi panglima perang melawan pasukan Muslim pun akhirnya masuk Islam setelah putrinya menikah dengan Nabi dan pasukannya memeluk Islam.

Karena kejadian di atas, Perang Bani Musthaliq dinilai sebagai pertempuran yang penuh berkah karena banyak membuat ratusan pasukan lawan memeluk agama Islam. Ash-Shallabi dalam as-Sirah an-Nabawiyah ‘Ardhu Waqa’ii wa Tahlilul Ahdats mengatakan:


تعتبر غزوة بني المريسيع من الغزوات الفريدة المباركة التي أسلمت عقبها قبيلة بأسرها


Artinya: “Perang Bani Muraisi’ dianggap sebagai perang yang istimewa dan berkah karena setelahnya satu kabilah beserta seluruh penduduknya masuk Islam.” (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here