Berikut 9 Rangkaian Kegiatan Peringatan Harlah Satu Abad NU

125

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Pelaksana (Organizing Committee) Peringatan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama Hj Zannuba Arifah Chafshoh menyatakan, harlah satu abad NU bakal diisi sembilan rangkaian kegiatan. Hal itu disampaikan dalam Konferensi Pers di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (20/6/2022).

Pertama, Religion 20 atau R20. Kegiatan ini merupakan forum dialog pemimpin agama sedunia. Kegiatan ini untuk menyatukan pandangan berkaitan dengan isu strategis. Tokoh agama, mewakili agama dunia dan punya peran strategis dalam dunia.

“Forum di mana para pemuka agama di seluruh dunia untuk membahas perdamaian dunia yang menyangkut agama,” kata Yenny.

Kedua, Muktamar Internasional Fiqih Peradaban. Kegiatan ini merupakan konferensi internasional yang menghadirkan para pemikir dan fuqaha, pemuka agama Islam dunia untuk merumuskan berbagai masalah dengan sudut pandang fiqih. Hal ini tentu harus berdasarkan teks-teks dan dihubungkan dengan konteks terkini.

“Kita kembali ke teks agama dan membawanya ke konteks kekinian dan memberikan jawaban permasalahan,” ujarnya.

Ketiga, Festival Tradisi Islam Nusantara. Ia mengungkapkan bahwa tradisi Islam begitu beragam di wilayah Nusantara. Hal ini perlu ditampilkan dalam berbagai pertunjukan dengan melibatkan masyarakat di akar rumput.

“Ekspresi keagamaan mengakar pada tradisi lokal. Ini salah satu kekayaan budaya Nusantara yang berdasarkan kepada ajaran agama,” jelasnya.

Keempat, gerakan kemandirian NU, meliputi inovasi di bidang ekonomi dan juga meliputi upaya untuk mengatasi persoalan besar, salah satunya lingkungan hidup.

Kelima, NU Tech. NU menghadapi abad kedua ini, menurutnya, harus disiapkan untuk menggunakan platform yang sejalan dengan dunia. Ia mengatakan, banyak anak muda NU berkecimpung di dunia teknologi yang kita harapkan bisa berkontribusi besar dalam pengembangan hal itu di NU.

“Kita akan masuk ke banyak wilayah, melibatkan kampus,” kata perempuan kelahiran Jombang, Jawa Timur pada 29 Oktober 1974 itu.

Pekan Olahraga NU, sebuah ajang mewadahi sporitivitas di kalangan Nahdlatul Ulama dengan melibatkan masyarakat luas yang ingin berpartisipasi.

“Diharapkan bisa meningkatkan rasa sportivitas demi menguatkan persatuan masyarakat,” ujar putri kedua KH Abdurrahman Wahid dan Nyai Hj Sinta Nuriyah itu.

Ia menyebut banyak bibit atlet yang berasal dari kalangan NU. Terlebih capaian bidang olahraga merupakan indikator negara maju. Hal ini mengingat negara tersebut sudah beranjak dari persoalan mendasar ke aktualisasi diri.

“Indonesia pada saat ini berprestasi. Ini ajang solidaritas bersama. Apapun semua yang terjadi di masyarakat maka nilai semangat keolahragaan berdasarkan sportivitas penting,” ujarnya.

Ketujuh, Anugerah Tokoh An-Nahdlah. Program ini merupakan penghargaan tokoh inspiratif. Banyak tokoh NU yang bergerak senyap, tapi berdampak luar biasa dalam menjaga suasana kebatinan masyarakat.

Kedelapan, NU Women. Program ini merupakan satgas perempuan yang difungsikan untuk mendampingi masyarakat dalam mendampingi isu besar dan strategis. Ada tiga fokus, yakni (1) perdagangan orang (human trafficking), (2) perlindungan perempuan dan anak, dan (3) perubahan iklim dan lingkungan hidup.

“Perempuan yang terlibat bisa mendampingi masyarakat menghadapi tantangan yang ada,” katanya.

Kesembilan, resepsi puncak harlah NU yang akan dilaksanakan di Jakarta pada tahun mendatang. Menurutnya, ini merupakan peristiwa besar-besaran secara fisik NU dari seluruh dunia. Ada capaian dalam kuantitatif yang tinggi, seperti pembacaan 1 miliar shalawat.

“Ini untuk nenguatkan kebatinan, mengingatkan kita akan hubungan dengan mahakuasa sehingga kita bisa tetap menyatukan energi kita,” pungkasnya. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here