Belajar Kepemimpinan pada Nabiyullah Ibrahim AS

1905
Arafah tempo dulu
Jamaah haji masa lalu ketika wukuf di Arafah.

Sejarah mencatat, Ibrahim merupakan Bapak Para Nabi. Setelah menurunkan generasi kenabian yang terdapat pada Ismail dan Ishak, banyak nabi dan rasul yang diutus oleh Allah untuk menjadi pemimpin manusia dari anak keturunan Nabi Ibrahim AS. Bahkan Nabi Muhammad Saw. pun merupakan keturunan dari Nabiyullah Ibrahim AS.

Namun demikian, jelas Usamah, tak semua keturunan Ibrahim berlaku lurus dalam keimanan kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Sejarah juga mencatat orang-orang Yahudi dan bangsa Arab Jahiliyah yang selalu berbuat zalim tidak mampu mewarisi misi dakwah yang dibawa oleh Nabi Ibrahim AS. Akhirnya, Allah pun menghinakan mereka.

“Dalam konteks realitas saat ini, kisah Nabi Ibrahim AS memberikan pelajaran bahwa seyogianya dalam memilih pemimpin haruslah berhati-hati. Kita jangan sampai terkecoh sehingga memilih orang yang seakan-akan hendak membela Islam, tetapi saat berkuasa ia menjadi zalim terhadap umat. Ketika kita salah memilih pemimpin, maka sudah dapat dipastikan Allah akan menghancurkan orang-orang yang zalim, termasuk kita yang memilihnya,” papar Usamah.

Oleh karenanya, Usamah mengingatkan agar umat beriman yang menginginkan keridhaan Allah berlaku secara massif di negeri ini haruslah memilih orang-orang saleh yang memiliki visi dan misi kepemimpinan sebagaimana misi kepemimpinan Nabi Ibrahim, yakni misi dakwah untuk perbaikan di semua sektor kehidupan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here