Anti LGBT, Pemain PSG Idrissa Gueye Tolak Kenakan Jersey Pelangi

81

Muslim Obsession – Idrissa Gueye, pesepakbola yang saat ini bermain untuk raksasa Prancis Paris St Germain, baru-baru ini terpaksa melewatkan pertandingan klubnya melawan Montpellier pada hari Sabtu setelah ia menolak mengenakan kaus yang mempromosikan homoseksualitas.

Diketahui Gueye bepergian bersama skuat PSG namun namanya tidak ada dalam daftar pemain yang bermain di lapangan pada akhir pekan lalu.

Manajer PSG Mauricio Pochettino kemudian langsung memberikan pernyataan terkait absennya Gueye dalam pertandingan tersebut.

Pochettino mengungkapkan bahwa pemain berusia 32 tahun itu harus meninggalkan tim karena alasan pribadi tetapi tidak mengalami cedera.

PSG menyatakan bahwa bendera pelangi di kaus mereka adalah simbol perdamaian dan keragaman gerakan LGBT.

Semua klub Ligue 1 yang bermain akhir pekan lalu terlihat memasang bendera LGBTQ+ di nomor baju mereka hingga ban kapten untuk berpartisipasi dalam Hari Internasional Melawan Homofobia, Bifobia, dan Transfobia.

Gueye yang juga bermain untuk timnas Senegal dikenal sebagai seorang muslim yang taat.

Musim lalu, Gueye juga melewatkan putaran pertandingan yang sama, dan dilaporkan karena “masalah perut”.

Pada saat itu perwakilannya dengan cepat menyangkal tuduhan bahwa dia memboikot pertandingan tetapi belum merilis pernyataan apa pun tentang absennya Gueye dari pertandingan hari Sabtu.

Gueye memulai karir sepak bolanya di Diambers di negara asalnya Senegal sebelum bergabung dengan tim cadangan klub Prancis Lile. Dia kemudian menerobos untuk menjadi bagian dari tim utama klub dari 2010 hingga 2015.

Dia kemudian pindah ke Inggris dengan bergabung dengan Aston Villa dan menandatangani kontrak dengan Everton setahun kemudian.

Pada 2019, Gueye kembali mencoba menaklukkan Prancis dengan bergabung dengan juara Ligue 1 Paris Saint-Germain (PSG).

Gueye memulai debutnya di timnas Senegal pada 2011. Tercatat Gueye pernah membela negaranya di beberapa kompetisi internasional bergengsi seperti Olimpiade Musim Panas 2012, Piala Dunia FIFA 2018. Dia juga membantu Senegal memenangkan Piala Afrika 2022.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here