Ali bin Abi Thalib Pernah Bekerja dengan Orang Yahudi

121

Jakarta, Muslim Obsession – Sayyidina Ali bin Abi Thalib adalah salah seorang yang sangat mencintai Nabi Muhammad. Saking cintanya, ia lebih mendahulukan kepentingan Nabi Muhammad dan mengakhirkan kepentingan pribadi.

Salah satu bentuk kecintaan Sayyidina Ali bin Abi Thalib kepada Nabi Muhammad adalah dengan memberikan bantuan manakala yang dicintainya itu mengalami kesulitan.

Merujuk buku Hayatush Shahabah (Syaikh Muhammad Yusuf al-Kandahlawi, 2019), suatu ketika Nabi Muhammad mengalami kesulitan ekonomi. Keadaan itu membuat Nabi Muhammad tidak makan karena memang tidak ada yang bisa dimakan.

Lambat laun kabar itu sampai ke telinga Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Setelah mengetahui kabar itu, Sayyidina Ali langsung pergi mencari pekerjaan sehingga mendapatkan upah. Nantinya upah itu akan diberikan kepada Nabi Muhammad.

Dalam buku itu diceritakan, Sayyidina Ali mendatangi seorang Yahudi yang memiliki kebun kurma. Kepada seorang Yahudi tersebut, ia mengaku siap bekerja untuk mengairi kebun kurmanya. Terjadi diskusi antara mereka berdua soal imbalan.

Akhirnya disepakati, setiap Sayyidina Ali menimba satu ember dari sumur maka ia akan mendapatkan imbalan satu butir kurma. Ia berhasil menimba 17 ember air. Sesuai kesepakatan, maka Sayyidina Ali menerima 17 butir kurma. Dia memilih kurma ajwah sebagai upahnya.

Kurma-kurma tersebut kemudian diberikan kepada Nabi Muhammad. Hal itu membuat Nabi Muhammad bertanya kepada Sayyidina Ali perihal darimana asalnya kurma-kurma itu. “Aku pergi bekerja demi memperoleh makanan untukmu,” jawab Sayyidina Ali.

Ketika Nabi menanyakan perihal apa yang mendorong melakukan itu, Sayyidina Ali menjawab bahwa rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya lah yang mendorongnya bekerja dan memberikan upahnya kepadanya. “Barang siapa mencintai Allah, hendaklah ia mempersiapkan perlindungan yang langgeng dari kemalangan,” kata Nabi Muhammad saw. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here