Al-Quran Tulis Tangan Abad 18 Ditemukan di Kebumen, Kondisinya Masih Utuh

116

Kebumen, Muslim Obsession – Sebuah Kitab Suci Al-Quran kuno dari abad ke 18 ditemukan di daerah Somalangu, Desa Sumberadi Kebumen. Al-Quran yang merupakan asli tulisan tangan itu tersebut saat ini kondisinya masih utuh. Al-Quran itu ditulis di atas kertas dluwang atau kulit kayu.

Ketua Paguyuban Kawulo Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (PAKASA) KRAP Arif Priyantoro Reksaningrat menyampaikan Al-Quran tersebut sempat beberapa kali berpindah tangan, dari yang semula ditemukan di sekitaran Somalangu Desa Sumberadi Kebumen. Dan selama 7 tahun dirawat oleh kerabat dari Kasultanan Jogjakarta.

“Dari informasi tersebut team PAKASA kemudian melakukan komunikasi dengan Kerabat Dalem Kasultanan Jogjakarta. Yang pada akhirnya al-Quran tersebut bisa dibawa kembali ke Kebumen,” tuturnya, Sabtu (9/4/2022).

Al-Quran yang merupakan saksi sejarah penyebaran Islam di Kebumen. Ini terbuat dari bahan dluwang atau dari kulit kayu dan ditulis dengan tinta bebahan alami. Jika dilihat dari penulisan dan bentuk huruf diperkirakan Al-Quran ini ditulis oleh satu orang.

Lebih lanjut dijelaskan, untuk memperoleh kevalidan data, team PAKASA membawa Al-Quran tersebut ke Pura Mangkunegaran yang terletak di Kraton Surakarta. Di sana ada beberapa artefak Al-Quran yang memang ditulis pada abad ke 17 bahkan ada yang lebih tua lagi.

Dilakukanlah pembanding dengan koleksi Al-Quran yang ada disana. Selain itu juga membandingkannya dengan Al-Quran seratan tangan dari Raden Mas Sahid atau Alap Alap sambernyowo.

Seratan tersebut ditulis sekitar tahun 1739. Benar saja data Al-Quran tersebut hampir sama dengan yang ditulis oleh Raden Mas Sahid bahwa dari bahan yang digunakan adalah sama sama menggunakan bahan dasar Dluwang.

“Ini berbahan dasar dluwang Jawa, jadi ada beberapa beberpa dluwang di era itu, jadi ada dluwang Jawa dan ada yang didatangkan dari luar negeri, kalo yang dari luar negeri kalo diterawang ada watermarknya atau hologram nya, kalo ini tidak ini berasal dari lokal,” terangnya.

Kemudian sampul dari Al-Quran ini terbuat dari kulit dan penjilidannya masih menggunakan benang. Dan ketika Al Quran tersebut dibuka juga telah terdapat beberapa warna. Di antaranya adalah merah dan kuning keemasan, hal itu adalah ciri ciri dari abad tertentu.

Data pembanding saat di pura Mangkunegaran adalah seratan tangan dari Raden Mas Sahid dari tahun 1739. Itu sama dengan jenis bahan tinta dan cara penjilidan dan bahan untuk membuat sampul itu sama. Jadi dari Pura Mangkunegaran keluar keterangan identifikasi sertifikasi bahwa Al-Quran ini ditulis sekitar abad 18 awal.

“Artefak Al-Quran ini kondisinya masih cukup bagus masih komplit halamannya dan tingkat kerusakannya belum terlalu parah,” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris PAKASA KRT Hargo Yohanes Reksapura mengatakan ada hal yang unik di Al Quran tersebut. Dimana penulisan di halaman 1 dan 2 penjilidannya halamannya terbalik yakni di Surat Al Fatihah dan Surat Al-Baqarah.

Kemudian keunikan lainnya adalah ada bekas terbakar yang berada di sisi sisi tepi. Pihaknya berharap dengan adanya manuskrip ini, team PAKASA jadi lebih giat menggali kehebatan dari leluhur. “Dengan diselamatkannya Al Quran ini akan membawa berkah sehingga kehidupan beragama di Kebumen akan semakin membaik,” ucapnya. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here