AHY Sebut Demokrat Turut Perjuangkan Presidential Threshold 0 Persen

124
Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto: Humas DPD RI)

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa partainya memperjuangkan Presidential Threshold 0 persen.

Hal itu dikemukakan AHY saat menemui Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, di Rumah Dinas Ketua DPD RI, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (18/1/2022).

AHY mengatakan, partainya dengan DPD RI memiliki kesamaan juang berkaitan dengan Presidential Threshold 0 persen.

“Kami ingin menguatkan bahwa wacana Presidential Threshold 0 persen itu terus kami perjuangkan,” katanya kepada awak media.

BACA JUGA: Ketua KPK: Presidential Threshold 20 Persen Sebabkan Politik Transaksional

Ia menceritakan perjuangan Fraksi Partai Demokrat di DPR RI untuk mewujudkan Presidential Threshold 0 persen.

“Sayangnya, Partai Demokrat kalah suara. Suara kami tak cukup memperjuangkan hal itu saat itu,” kata putra Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Bagi AHY, Presidential Threshold 0 persen merupakan persoalan fundamental kebangsaan. “Ini urusan kebangsaan, bukan election semata. Jangan sampai kita menabrak semangat demokrasi, karena jadi cacat,” tegasnya.

BACA JUGA: Cegah Kekuatan Oligarki, Partai Ummat Ajukan Judicial Review 0%

AHY pun menilai antara Partai Demokrat dan DPD RI memiliki kesamaan juang yang searah. “Nafas perjuangan kita sama terkait masa depan demokrasi kita ini. Banyak hal yang bisa kita perjuangkan bersama,” ucapnya.

Sementara Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, memaparkan perannya selama ini dalam memperjuangkan Presidential Threshold 0 persen.

Senator asal Jawa Timur itu mengaku tak alergi dengan DPR RI.

“Tapi saya tidak suka jika kekuasaan itu dimonopoli. Salah satu contohnya adalah hak kami, sebagai utusan daerah dan golongan dalam mengusung calon presiden sebagaimana dulu diatur sebelum akhirnya dilakukan amandemen konstitusi ternyata kan dikebiri,” papar LaNyalla.

BACA JUGA: LaNyalla: 13 November 1998, Hari Matinya Nilai Nilai Pancasila

Untuk itu, LaNyalla melihat untuk mengurai problematika kebangsaan harus dimulai dari hulu, bukan hilirnya.

“Amandemen yang dilakukan empat tahap pada 1999-2002 inilah yang membuat masalah selalu ada di negara kita. Kita harus kembalikan konstitusi kita kepada UUD 1945 yang asli. Kita ngomongnya Pancasila, pancasila apa. Sila keempat itu sudah tak ada. Voting sekarang, tidak ada musyawarah,” ujarnya.

LaNyalla pun berharap AHY dapat berkolaborasi memperjuangkan hal tersebut agar arah perjalanan bangsa ini kembali kepada rel yang dicita-citakan para pendiri bangsa.

BACA JUGA: Ketua DPD RI: Pemerintah Harus Bantu UMKM Berinovasi

“Harapan saya Partai Demokrat terus memperjuangkan PT 0 persen karena hal itu jelas-jelas bertentangan dengan UUD 1945,” papar LaNyalla.

Pancasila, kata LaNyalla, saat ini telah diobok-obok. Demokrasi Pancasila dan ekonomi Pancasila berubah wajah menjadi demokrasi liberal dan ekonomi kapitalistik.

“Saya kira hal itulah yang harus terus kita perjuangkan. Kita harus berani bangkit mengoreksi arah perjalanan bangsa yang sudah melenceng dari cita-cita para pendiri bangsa. Tujuannya adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagai sila pamungkas dari Pancasila dapat kita realisasikan,” tuturnya. (Has)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here