9 Wasiat Rasulullah

362

Oleh: KH. Abdul Ghoni (Wakil Ketua Lembaga Dawah Parmusi Pusat)

عْنْ أَبِى الدَّرْدَاءِ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ أَوْصَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِتِسْعٍ: لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ شَيْئًا وَإِنْ قُطِّعْتَ أَوْ حُرِّقَتْ وَلَا تَتْرُكَنَّ الصَّلَاةَ الْمَكْتُوْبَةَ مُتَعَمِّدًا وَمَنْ تَرَكَهَا مُتَعَمِّدًا بَرِئَتْ مِنْهُ الذِّمَّةُ وَلَا تَشْرَبَنَّ الْخَمْرَ فَإِنَّهَا مِفْتَاحُ كُلِّ شَرٍّ، وَأَطِعْ وَالِدَيْكَ وَإِنْ أَمَرَاكَ أَنْ تَخْرُجَ مِنْ دُنْيَاكَ فَاخْرُجْ لَهُمَا، وَلَا تُنَازِعَنَّ وُلَاةَ الْأَمْرِ وَإِنْ رَأَيْتَ أَنَّكَ أَنْتَ وَلَا تَفْرُرْ مِنَ الزَّحْفِ وَإِنْ هَلَكْتَ وَفَرَّ أَصْحَابُكَ وَأَنْفِقْ مِنْ طَوْلِكَ عَلَى أَهْلِكَ وَلَا تَرْفَعْ عَصَاكَ عَلَى أَهْلَكَ وَأَخِفْهُمْ فِي اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

Dari Abud Darda’ radhiyallahu ‘anhu, dia berkata; Rasulullah ﷺ memberikan wasiat kepadaku dengan sembilan (perkara):

Janganlah engkau menyekutukan Allah dengan apa-pun, meski engkau dibunuh atau dibakar.Janganlah engkau meninggalkan shalat wajib dengan sengaja, karena sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat wajib dengan sengaja telah lepas dari perlindungan Allah.

Janganlah engkau minum khamr, karena itu induk semua kekejian. Taatilah kedua orang tuamu, meski keduanya memerintahkanmu untuk meninggalkan duniamu, maka tinggalkanlah karena mentaati keduanya.

BACA JUGA: Pentingnya Mengenal Keburukan

Janganlah engkau memberontak Pemerintah (muslim), walaupun engkau melihat bahwa engkau di atas kebenaran.Janganlah engkau lari dari peperangan, walaupun engkau pasti binasa, dan kawan-kawan-mu telah lari.Nafkahilah keluargamu dari usahamu.

Janganlah engkau angkat tongkatmu terhadap keluargamu.Ingatkan mereka untuk takut kepada Allah,” (HR. Al-Bukhari di dalam Al-Adabul Mufrod, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Irwaul Gholil, no. 2026 karena banyak penguatnya).

Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:

1- Rasulullah ﷺ memberikan bimbingan kepada sebagian sahabat secara khusus, dan kepada umat secara umum.

2- Kewajiban seorang muslim menetapi tauhid dan menjauhi syirik, walaupun mengorbankan nyawanya.

3- Sebab tauhid adalah kunci surga, sedangkan syirik adalah penyebab kekal di dalam neraka.

4- Kedudukan shalat wajib, dan bahaya meninggalkan-nya dengan sengaja, karena orang yang meninggalkan shalat wajib dengan sengaja telah lepas dari perlindungan Allah.

BACA JUGA: Siksa Neraka yang Paling Ringan

5- Larangan minum khamr, yaitu semua minuman yang memabukkan, karena khamr adalah induk semua kekejian.

6- Kewajiban mentaati kedua orang tua di dalam kebaikan, meski dengan mengorbankan dunia.

7- Larangan memberontak kepada Pemerintah (muslim), walaupun seseorang merasa di atas kebenaran.

8- Sebab kerusakan pemberontakan lebih besar daripada kerusakan kemaksiatan Pemerintah.

9- Larangan lari dari peperangan, walaupun sampai mengorbankan nyawa.

10- Perintah menafkahi keluarga dengan baik.

11- Kewajiban orang tua membimbing anak-anaknya untuk taat kepada Allah, jika perlu dengan pukulan untuk pendidikan, bukan pukulan untuk penyiksaan.

BACA JUGA: Berdusta Atas Nama Nabi ﷺ, Neraka Tempatnya

12- Seperti ketika anak sudah berumur 10 tahun, tetapi masih meninggalkan shalat.

13- Kewajiban kepala rumah tangga mengingatkan anggota keluarganya untuk takut kepada Allah, kemudian mentaati-Nya.

Tema hadits yang berkaitan dengan Al-Quran:

1- Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman agar tetap bertakwa kepada-Nya dan menyembah-Nya dengan penyembahan sebagaimana seseorang yang melihat-Nya, dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar, yang jujur, tidak bengkok, tidak pula menyimpang.

Lalu Allah menjanjikan kepada mereka jika mereka melakukan perintah-perintah-Nya ini, Dia akan memberi mereka pahala dengan memperbaiki amal perbuatan mereka. Yakni Allah memberi mereka taufik untuk mengerjakan amal-amal yang shalih, dan bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang terdahulu. Sedangkan dosa yang akan mereka lakukan di masa mendatang, Allah akan memberi mereka ilham untuk bertobat darinya.

Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.

BACA JUGA: Sesama Mukmin Bagaikan Anggota Badan dalam Satu Tubuh

Demikian itu karena dia dihindarkan dari neraka Jahim dan dimasukkan ke dalam surga yang penuh dengan kenikmatan yang kekal.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar,” (QS. Al-Ahzab: ayat 70-71).

2- Rasulullah menyampaikan sejumlah wasiat jelang wafat. Hal ini merupakan bentuk kasih sayangnya kepada umatnya.

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin,” (QS. At-Taubah ayat ke-128).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here