Letjen TNI (Mar) Suhartono Kandidat Kuat KSAL

127
Letjen TNI Marinir Suhartono gelar apel khusus dan halal bihalal pasca lebaran Idul Fitri 1443 H, di Lapangan Laut Maluku, Senin (9/5/2022). (Sumber: sentralone)

Muslim Obsession – Sejarah baru Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) bakar terukir dalam sejarah kepemimpinan TNI AL. Pasalnya, untuk pertama kalinya, seorang jenderal marinir bakal dipercaya menjadi orang nomor satu TNI AL.

Bilamana hal itu terjadi, maka ini langkah terobosan baru yang patut diapresiasi. Karena selama ini, korps marinir merupakan matra laut yang imejnya sangat baik di masyarakat.

“Tergantung nanti keputusan bapak Presiden, satu dua hari ini pasti diumumkan. Memang, bisik-bisik sih, nama Letjen (Mar) Suhartono yang kuat. Beliau yang sudah sangat dikenal bapak Presien,” ungkap seorang sumber di Istana Presiden, Ahad (19/12) malam.

Seperti diketahui, Presiden telah mengangkat KSAL Laksamana Yudho Margono, dan telah disetujui DPR RI untuk menjabat Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Andhika Perkasa yang memasuki masa pensiun. Menurut rencana, Senin 20/12), Presiden akan melantik Yudho di Istana Negara.

Pengangkatan seluruh Kepala Staf Angkatan, termasuk KSAL, merupakan hak prerogatif Presiden, tanpa melalui persetujuan DPR. Namun kepala staf diambil dari jajaran jenderal berbintang tiga.

Saat ini, ada sembilan perwira tinggi TNI AL yang berpangkat jenderal berbintang tiga, atau Laksamana Madya yang berpeluang diangkat menjadi KSAL oleh Presiden. Mereka adalah:

(1) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono. Pria berusia 57 Tahun tersebut merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 1988 dan saat ini menjabat Wakil Kepala Staf TNI AL.

(2) Laksamana Madya TNI Herru Kusmanto. Lulusan AAL tahun 1988 berumur 56 tahun ini sekarang menjabat sebagai Pangkoarmada RI.

(3) Laksamana Madya TNI Nurhidayat. Berusia 56 tahun, lulusan AAL 1988 ini sekarang menjabat sebagai Komandan Pushidrosal.

(4) Letnan Jenderal TNI (Mar) Suhartono. Lelaki berusia 56 tahun dari Korps Marinir ini merupakan lulusan AAL 1988 dan saat ini menjabat Komandan Kodiklatal.

(5) Letnan Jenderal TNI (Mar) Bambang Suswantono. Berasal dari Korps Marinir, pria berusia 57 tahun ini merupakan lulusan AAL 1987 yang saat ini menjabat sebagai Irjen TNI.

(6) Laksamana Madya TNI Muhammad Ali. Berusia 55 tahun, lulusan AAL tahun 1989 tersebut saat ini menjabat Pangkogabwilhan I.

(7) Laksamana Madya TNI Aan Kurnia. Lulusan AAL 1987 berusia 57 tahun ini sekarang menjabat Kepala Bakamla.

(8) Laksamana Madya TNI Harjo Susmoro. Saat ini menjabat Sekjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas), berusia 57 tahun dan merupakan lulusan AAL 1987.

(9) Laksamana Madya TNI Amarulla Octavian. Berusia 57 tahun, lulusan AAL 1988 ini sekarang menjabat Rektor Universitas Pertahanan (Unhan).

Dari semua Pati tersebut, yang paling berpeluang diangkat Presiden adalah Letjen (Mar) Suhartono, yang pernah menjabat Komandan Paspampres. Suhartono tercatat sebagai prajurit Marinir TNI AL yang memang pernah menduduki jabatan-jabatan prestisius karena prestasinya.

Suhartono merupakan mantan Komandan Denjaka. Singkatan dari Detasemen Jalamangkara ini merupakan unit khusus penanggulangan teror milik TNI Angkatan Laut. Anggotanya berisi gabungan antara personel elit Kopaska dan Taifib Marinir TNI AL.

Karier militer Letjen (Mar) Suhartono cukup moncreng. Beberapa bulan yang lalu, dia baru saja menempati posisi sebagai Dankodiklatal atau Komandan Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI AL.

Sebelumnya, pria kelahiran Kabupaten Batang, 15 April 1966 ini adalah lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-34 tahun 1988. Dia mengawali tugasnya di TNI AL sebagai Danton 2 Kompi C Pasmar 2 Kormar.

Dilansir dari laman Kodiklatal TNI AL, Letnan Jenderal TNI Marinir Suhartono telah mengabdi sekitar 33 tahun di TNI. Dalam rentang waktu tersebut, dia telah mengemban berbagai jabatan. Seperti Pasops Denjaka, Wadan Denjaka, Komandan Denjaka, Komandan Resimen AAL, Komandan Paspampres, dan masih banyak lainnya.

Yang terbaru, Letjen Suhartono menempati jabatan Komandan Kodiklatal. Dia resmi menempati posisi itu pada 2 Februari 2022, menggantikan Laksamana Madya TNI Nurhidayat yang berpindah tugas sebagai Komandan Pusat Hidro Oseanografi TNI AL (Danpushidrosal).

Dari sekian banyak jabatan yang pernah diemban Letjen Suhartono, salah satu yang paling ikonik adalah saat menjadi Komandan Denjaka. Dia menempati posisi ini pada 2011 hingga 2012.

Sebagai Komandan Denjaka, Suhartono pernah mengikuti operasi tempur, salah satunya pembebasan Awak KM Sinar Kudus di Somalia. Kala itu Suhartono masih menjadi Dankormar.

Dalam kisahnya, operasi ini berawal saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapat laporan Kapal MV Sinar Kudus yang menuju Rotterdam dibajak di perairan Laut Arab. SBY lalu memerintahkan pembebasan kapal dan seluruh krunya.

Detasemen Jala Mangkara atau Denjaka ditugaskan untuk melakukan misi ini. Sebagai dukungan, dikirim juga Sat 81/Penanggulangan Teror Kopassus, TNI AD, Pasukan Katak (Kopaska TNI AL), hingga beberapa kapal tempur.

Operasi pun dilakukan, empat perompak tewas dibidik peluru dan mayatnya terlempar ke laut. Kapal MV Sinar Kudus bersama seluruh awaknya berhasil diselamatkan. (Mam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here