6 Keunikan Masjid Raya Al Jabbar Bandung yang Baru Diresmikan

90

Jakarta, Muslim Obsession – Masjid Raya Al Jabbar telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Jumat (30/12/2022). Masjid milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini merupakan rancangan Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, saat masih menjabat sebagai Wali Kota Bandung.

Masjid yang dirancang Emil ini terlihat begitu megah, dengan rancangam yang modern dan unik. Berikut beberapa keunikan dari Masjid Raya Al Jabbar.

1. Tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah

Situs web Pemprov Jabar melaporkan bahwa selain sebagai tempat beribadah, Masjid Al Jabbar juga mempunyai fungsi edukasi, wisata, dan sosial. Nama masjid ini mengandung filosofi dari salah satu Asmaul Husna, yakni Al Jabbar yang artinya Maha Perkasa.

Proses pembangunan masjid yang memakan waktu hingga tujuh tahun, dilatarbelakangi semangat gotong royong maupun kerukunan untuk bergerak hingga akhirnya bangunan masjid bisa berdiri kokoh.

2. Desain Ramah Lansia dan Disabilitas

PT Hutama Karya kembali dipercaya untuk melanjutkan proyek pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar, Kota Bandung. (Dok HK)
Di utas Twitter-nya, Ridwan Kamil mengatakan bahwa Masjid Raya Al Jabbar didesain ramah lansia dan disabilitas. “Ada akses ramp dan dua lift yang memadai. Ada ruang wudhu dan toilet khusus difabel juga,” jelasnya.

Sebelum peresmian, Emil sudah lebih dulu mengecek kesiapan Masjid Raya Al Jabbar, awal pekan ini, lapor kanal Regional Liputan6.com. Konsep dari bangunan masjid ini disebut berasal dari rumus matematika yang identik dengan rumus aljabar. Ini terlihat dari ornamen rumit, namun indah di area masjid.

Masjid Al Jabbar juga dikonsepkan memiliki 27 pintu yang menyimbolkan 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Ukiran batik dari 27 pintu tersebut berbeda-beda sesuai kekhasan masing-masing daerah.

3. Tanpa tiang tengah

Manajer Produksi Proyek Pembangunan Masjid Al Jabbar Affy Primadhian menyebut bahwa salah satu keistimewaan desain Masjid Al Jabbar adalah tanpa tiang tengah. “Suatu tantangan bagi kami untuk menyelesaikan pekerjaan ini agar sesuai desain yang diharapkan,” ucapnya.

4 Ruang Edukasi Keislaman

Kepala Bidang Jasa Konstruksi Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jabar, Gunawan, menuturkan bahwa Masjid Al Jabbar dapat jadi ruang edukasi keislaman. Selain museum Nabi Muhammad, terdapat pula taman-taman tematik.

“Fasilitas di Masjid Al Jabbar, pertama, tentunya sarana beribadah, area untuk salat. Kemudian yang kedua, area untuk pameran. Jadi, kita punya museum terkait perkembangan Islam, mulai dari zaman Nabi Muhammad sampai (menyebar) ke Indonesia,” ia mengatakan.

Gunawan menyambung, “Kemudian, ada juga area untuk lanskap. Ini area yang mengelilingi masjid di luar dari embung atau retensi. Ada taman-taman yang memiliki tema. Contohnya, ada taman Nabi Adam, ada taman Nabi Nuh, ada taman Nabi Ibrahim, kemudian ada juga taman Nabi Yunus. Di situ menggambarkan bagaimana kisah nabi-nabi.”

Masjid Al Jabbar dapat menampung 20 ribu jemaah di lantai bawah. Lantai atasnya mayoritas akan digunakan untuk jemaah perempuan dengan kapasitas hingga tiga ribu orang. Area alun-alun pun dapat digunakan untuk salat karena sudah dipasang garis saf salat yang bisa menampung hingga 20 ribu jemaah.

5. Tanpa Kubah

Selain tanpa tiang tengah, masjid yang terletak di kelurahan Cimenerang, kecamatan Gedebage, kota Bandung ini juga dibangun tanpa kubah. Alih-alih, masjid ini memiliki ornamen atap tumpuk berbentuk kerucut dilengkapi kaca berwarna-warni.

Danau buatan di sekitarnya dirancang untuk memenuhi kebutuhan air warga Bandung, yakni setara 15 meter kubik per detik. Danau Gedebage dengan kedalaman tiga meter ini berfungsi sebagai penampung air hujan, cadangan air baku, dan punya fungsi sosial.

6. Masjid tersulit dan terkompleks

Sebagai arsitek Masjid Al Jabbar, Emil mengaku takjub karena hasilnya melebihi imajinasinya, menurut kanal Regional Liputan6.com. “Antara yang saya sketsa dengan yang jadi, lebih keren jadinya. Makanya saya suka merinding pas masuk,” ucapnya.

Masjid Al Jabbar juga diakuinya sebagai masjid tersulit dan terkompleks yang pernah ia rancang. “Ini terkompleks, tersulit dan terbesar yang Allah takdirkan hadir saat saya jadi pemimpin di Jabar,” ujar Emil.

Ide pembangunan masjid Al Jabbar ini berawal pada 2016 lalu saat dirinya masih menjabat Wali Kota Bandung. Saat itu, ia memberi usulan pada Gubernur saat itu, Ahmad Heryawan agar Jawa Barat memiliki masjid raya sendiri.

“Selama ini kan nebeng ke Masjid Agung Bandung, makanya namanya diubah jadi Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat,” ungkap Emil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here